Selasa, 18 Juni 2013

** KEUTAMAAN ORANG BERILMU **

                 Keutamaan orang berilmu


Ilmu merupakan anugrah yang Allah berikan kepada hamba pilihannya, ilmu bisa melambungkan seseorang pada puncak kejayaan dan juga dapat menenggelmakan seseorang kejurang paling dalam, tinggal bagaimana kita mengunakannya apakah untuk diamalkan dan diajarakan semata-mata karena Allah atau justru untuk mengais harta dunia belaka, lebih lanjutnya mari kita simak uraian dibawah ini.
Ulama (orang yang berilmu) merupakan pewaris para Nabi untuk terus memperjuangkan ajaran yang telah dibawa oleh para Nabi, telah ma’lum bagi kita kenabian merupakan Derajat paling tinggi, tidak ada yang membandinginya. Sudah barang pasti pewaris dari para Nabi lebih mulia dari yang lainnya. Berjuanglah para pejuang ilmu pantang menyerah untuk menyebarkan ajaran yang dibawa Nabi-Nabi terdahulu, kita harus bangga, Sebab disamping kita sebagai pewaris Nabi dalam firman-Nya Allah menempatkan Derajat Ulul Ilmi pada urutan ketiga, belum lagi seisi langit dan bumi memintakan ampunan untuk para pencari ilmu dan masih banyak lagi kelebihan orang berilmu sebagaimana dijelaskan didalam al-Qur’an dan Hadist Nabi diantaranya “Hanya para ulama dari hamba-hamba-Nya yang takut pada Allah” “Dua pakerti yang tidak dimiliki orang munafiq pertama berakhlak baik dan kedua paham ilmu agama.” Jelas!! kandungan hadist ini menunjukan dua hal sbagai sekat perbedaan dengan orang munafik yang diantaranya adalah ilmu, “Manusia paling utama adalah orang beriman yang berilmu jika dibutuhkan ia memberikan manfaat jika tidak ia sudah mencukupi dirinya sendiri”.  “Iman itu seperti orang telanjang,  pakaiannya adalah taqwa dan hiasannya adalah malu.” dari hadist ini bisa kita tarik satu kesimpulan, bahwa ilmu itu merupakan buah dari keimanan yang dibalut lembutnya ketaqwaan dan dihiasi dengan rasa malu. “Dua macam orang seandainya baik maka baik pula manusia dan jika ia buruk maka buruk pula manusia, dia adalah pemimpin dan ahli Fiqih/fuqoha.” hadist ini menjelaskan begitu pentingnya peran kedua macam orang ini dalam membangun dan membina suatu tatanan masyarakat yang sejahtera lagi berakhlak baik, pasalnya kedua orang ini menjadi tolak ukur baik dan tidaknya bagi suatu mansyarakat sekitar. “Keutamaan orang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaanku dibanding seorang laki-laki dari sahabatku yang paling rendah.” “keutamaan orang alim dibanding ahli ibadah  seperti keunggulan bulan dimalam purnama dengan bintang-bintang.” sangat jauh perbandingan antara keduanya karena ibadah tanpa disertai ilmu sia-sia, bukanlah suatu ibadah kalau tidak didasari dengan ilmu, meskipun secara keumuman itu adalah perbuatan yang bernilai ibadah. “Dihari kiamat tiga macam orang yang bisa memberikan syafaat yaitu para Nabi, Ulama dan Syuhada.” Perhatikan hadist ini!!  Allah menempatkan ulama diurutan setelah para nabi sebelum syuhada. “Sahabat Ali RA. perna berkata pada kamil: “ Hai Kamil ilmu itu lebih baik dari pada harta, ilmu bisa menjagamu sedangkan harta malah sebaliknya kamu yang jaga,  ilmu adalah hakim dan harta yang dihukumi, dengan diinfaqkan, harta semakin berkurang sedangkan ilmu malah bertambah banyak”.

            Paman Nabi , Abbas berkata: “Suatu ketika Nabi Sulaiman bin Dawud diberi pilihan antara ilmu, harta atau tahta, beliau memilih ilmu  maka diberilah sekalian harta dan tahta. Ibnu mubarok pernah ditanya, “siapakah manusia itu?”   “Ulama” jawab Ibnu Mubarok “Siapakah raja itu?”  “Orang yang zuhud” jawabnya, terakhir “Siapakah orang yang hina?”  “mereka yang memakan harta dunia atas nama agama”. Ibnu Mubarak tidak menganggap orang yang tidak berilmu sebagai manusia  karena ilmu adalah identitas yang membedakan antara manusia dan hewan, sebab identitas manusia bisa di namakan manusia karena ilmu begitu jugakemulian seseorang karena ilmu, bukanlah kemulian seseorang karena dia kuat karna ada yang lebih kuat lagi yaitu onta bukan juga karena kita tahu dia besar karena gajah lebih besar, bukan juga karena pemberani karena hawan buas melibihi dia dan bukan karena banyak makannya sebab seekor sapi lebih besar perutnya, terakhir bukan juga karena kuat berhubunga intim karena burung emprit jauh lebih kuat dari pada manusia. Sekali lagi manusia diciptakan karena ilmu


  Wallahu A'lam bisshawwab  ...........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar